Sampoerna University Gelar Studi Banding Penjaminan Mutu ke President University

Cikarang, Jawa Barat, 20 Mei 2026 — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Sampoerna melaksanakan kegiatan studi banding atau benchmarking ke President University, Cikarang, sebagai bagian dari program kerja tahun akademik 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026, pukul 09.00 hingga 14.00 WIB, dengan diikuti oleh 10 orang perwakilan dari Universitas Sampoerna.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan resmi yang dikirimkan Universitas Sampoerna kepada Rektor President University pada 23 April 2026. Dalam surat tersebut, Rektor Universitas Sampoerna, Drs. Wahdi Salasi April Yudhi, M.Dev.Admin., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini digagas guna memperkuat sistem penjaminan mutu internal di lingkungan kampus.
Fokus Area Benchmarking
Diskusi dalam kegiatan studi banding ini menyasar sejumlah aspek penting, mulai dari pengelolaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pelaksanaan audit mutu internal, penerapan tata kelola atau good governance, hingga mekanisme pelaporan kerja sama antar-lembaga. Keempat aspek ini dipilih karena dinilai relevan dengan upaya Universitas Sampoerna dalam memperkuat sistem penjaminan mutu di lingkungan kampusnya.
Dalam sesi diskusi, tim dari President University memaparkan siklus tindak lanjut Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) yang menjadi kerangka kerja penjaminan mutu internal di institusi tersebut. Materi disampaikan secara langsung menggunakan layar interaktif, mencakup tahapan Audit Mutu Internal (AMI), Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), monitoring serta evaluasi tindak lanjut, hingga penyusunan rencana perbaikan berkelanjutan.
Diskusi berlangsung dalam suasana kolaboratif di ruang rapat President University, dihadiri oleh jajaran pimpinan dan tim penjaminan mutu dari kedua belah pihak yang duduk mengelilingi meja diskusi sembari menyimak paparan narasumber.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Universitas Sampoerna dalam memperkuat budaya mutu di lingkungan kampus, sekaligus membuka peluang kerja sama lebih lanjut antar kedua institusi pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan benchmarking ini, kedua universitas diharapkan dapat saling bertukar praktik baik (best practices) dalam pengelolaan mutu pendidikan tinggi, khususnya dalam hal audit internal dan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
