BANDUNG – Dalam upaya berkelanjutan meningkatkan standar mutu institusi demi mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi berpandangan global, Direktorat Penjaminan Mutu Internal (DPMI) Universitas Presiden melaksanakan kunjungan studi banding (benchmarking) ke Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Islam Bandung (UNISBA) pada Selasa, 13 Juni 2023.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Presiden, Prof. Dr. Ir. Chairy, S.E., M.M., bersama jajaran Dekan Fakultas Bisnis, Dekan Fakultas Teknik, beberapa Kepala Program Studi, serta Direktur DPMI, Pandu Adi Cakranegara, S.E., M.Sc.Fi., M.B.A., D.BA. Rombongan diterima secara resmi oleh Wakil Rektor IV UNISBA, Dr. Hj. Ratna Januarita, S.H., LL.M., M.H., beserta jajaran pimpinan fakultas dan BPM UNISBA di Ruang Rapat Gedung LPPM UNISBA, Bandung.
Pemilihan UNISBA sebagai mitra benchmarking didasarkan pada prestasinya yang telah meraih akreditasi institusi peringkat "Unggul" dari BAN-PT serta penghargaan dari LLDIKTI Wilayah IV sebagai salah satu perguruan tinggi dengan Pengelolaan SPMI Terbaik (Silver Winner tahun 2022). Saat ini, Universitas Presiden sendiri berada pada peringkat terakreditasi "A" dan sedang mempersiapkan proses konversi instrumen suplemen menuju predikat "Unggul".
Fokus utama dari diskusi intensif interaktif ini meliputi beberapa poin strategis, di antaranya:
- Best Practice Siklus PPEPP: Mempelajari efektivitas pelaksanaan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) standar mutu di UNISBA.
- Strategi Konversi Akreditasi Institusi: Menggali pengalaman empiris UNISBA dalam menyusun berkas Instrumen Suplemen Konversi (ISK) dari akreditasi "A" ke "Unggul".
- Outcome-Based Accreditation (OBA): Strategi teknis pengukuran tingkat kepuasan stakeholders internal dan eksternal secara komprehensif untuk memenuhi capaian berbasis luaran (outcome).
- Penguatan Tata Kelola Penjaminan Mutu: Optimalisasi peran Gugus Kendali Mutu (GKM) di tingkat unit pengelola program studi (UPPS) pasca-peralihan sebagian wewenang akreditasi ke Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).
- Akreditasi Internasional: Membahas pemilihan lembaga akreditasi internasional (seperti FIBAA dan ASIIN) yang diakui oleh Kemendikbudristek guna efisiensi anggaran jangka panjang.
Direktur DPMI Universitas Presiden menyampaikan bahwa hasil analisis dan rekomendasi tindak lanjut dari kegiatan ini menunjukkan bahwa nilai kuantitatif Universitas Presiden saat ini sudah mencukupi untuk langsung memproses pengajuan konversi ke peringkat "Unggul" tanpa penundaan. DPMI kini mulai menyusun lini waktu kerja pengerjaan dokumen, mengintegrasikan standar mutu antar-LAM yang berbeda ke dalam standar universitas, serta memperluas survei kepuasan pemangku kepentingan untuk mendukung implementasi Outcome-Based Accreditation secara optimal.
Melalui komitmen kemitraan strategis dan adopsi berbagai praktik baik (best practices) ini, Universitas Presiden optimis dapat terus memacu peningkatan mutu tata kelola akademik secara berkelanjutan demi melahirkan pemimpin masa depan yang unggul.