Cikarang 10 Mei 2026 – Dalam upaya memperkuat budaya mutu dan mendukung pencapaian target internasionalisasi institusi, Direktorat Penjaminan Mutu Internal (DPMI) President University melaksanakan rangkaian kegiatan benchmarking ke lima perguruan tinggi terkemuka di Malaysia, yaitu INTI International University, Universiti Kuala Lumpur (UniKL), Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology (TAR UMT), Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) pada akhir April hingga awal Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi institusi dalam meningkatkan kualitas akademik, memperluas jejaring internasional, serta memperkuat posisi President University dalam berbagai pemeringkatan universitas dunia.
Rangkaian benchmarking difokuskan pada identifikasi praktik terbaik (best practices) yang diterapkan oleh masing-masing institusi dalam pengelolaan mutu pendidikan tinggi, internasionalisasi, pengembangan akademik, penelitian, serta kolaborasi dengan industri. Melalui berbagai sesi diskusi strategis, President University memperoleh banyak wawasan mengenai pendekatan yang digunakan universitas-universitas tersebut dalam meningkatkan daya saing global dan membangun reputasi akademik di tingkat internasional.
Salah satu fokus utama benchmarking adalah penguatan strategi internasionalisasi melalui pengembangan student mobility, baik inbound maupun outbound, pertukaran dosen, program visiting scholar, kuliah tamu internasional, hingga penyelenggaraan seminar dan konferensi bersama. Berbagai bentuk kolaborasi tersebut dinilai mampu meningkatkan eksposur internasional sivitas akademika sekaligus mendukung indikator-indikator penting dalam berbagai pemeringkatan universitas dunia.
Selain internasionalisasi, benchmarking juga memberikan perspektif baru mengenai penguatan ekosistem penelitian dan inovasi. Berbagai peluang kerja sama yang dibahas meliputi penelitian kolaboratif internasional, publikasi bersama pada jurnal bereputasi, penulisan buku akademik, hingga pengembangan jejaring riset lintas negara. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas penelitian sekaligus memperkuat reputasi akademik President University di tingkat regional maupun global.
Dalam kunjungan ke INTI International University, diskusi difokuskan pada strategi peningkatan performa dalam kerangka QS World University Rankings, khususnya terkait penguatan Academic Reputation, Employer Reputation, internasionalisasi, produktivitas publikasi ilmiah, serta peningkatan proporsi dosen berkualifikasi doktor. Berbagai praktik strategis yang diterapkan INTI menjadi referensi penting dalam penyusunan langkah-langkah pengembangan institusi President University ke depan.
Sementara itu, benchmarking ke Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) memberikan wawasan mengenai pengembangan ekosistem kewirausahaan dan inovasi melalui KENZO Academy, yang berperan sebagai pusat inkubasi startup, pengembangan inovasi, dan kolaborasi dengan industri. Model pengembangan tersebut menjadi salah satu praktik baik yang dapat diadaptasi dalam mendukung penguatan inovasi dan kewirausahaan di President University.
Di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), pembahasan diarahkan pada peluang pengembangan fast-track academic program, kerja sama pendidikan doktoral, peningkatan kapasitas dosen melalui studi lanjut, serta penguatan kolaborasi penelitian internasional. Berbagai inisiatif tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia akademik serta peningkatan kualitas penelitian institusi.
Benchmarking ke Universiti Kuala Lumpur (UniKL) dan Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology (TAR UMT) turut memperkaya wawasan mengenai pengembangan program mobilitas mahasiswa, experiential learning, benchmarking laboratorium, pengembangan kurikulum, hingga peluang penyelenggaraan kegiatan akademik dan budaya internasional secara bersama. Diskusi juga menyoroti pentingnya membangun jejaring akademik yang berkelanjutan sebagai fondasi kerja sama jangka panjang antarperguruan tinggi di kawasan ASEAN.
Melalui rangkaian benchmarking ini, President University tidak hanya memperoleh berbagai praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi bertaraf internasional, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis yang mencakup mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian kolaboratif, pengembangan kurikulum, penyelenggaraan konferensi internasional, hingga penguatan jejaring akademik di tingkat regional. Berbagai inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen President University untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang berorientasi pada peningkatan berkelanjutan (continuous quality improvement).
Ke depan, hasil benchmarking ini akan menjadi salah satu referensi penting dalam penyusunan berbagai program pengembangan mutu di President University. DPMI berkomitmen untuk mengintegrasikan berbagai praktik baik yang relevan ke dalam kebijakan dan program institusi sebagai bagian dari upaya mewujudkan President University sebagai perguruan tinggi berdaya saing global dengan budaya mutu yang kuat dan berkelanjutan.