
President University melalui Directorate of Internal Quality Assurance – Internationalization menyelenggarakan University Ranking Readiness Workshop 2026 pada 21 Agustus 2026 di Auditorium Charles Himawan, President University. Kegiatan ini menjadi wadah bagi perguruan tinggi untuk memahami perkembangan pemeringkatan universitas global, khususnya QS Rankings, sekaligus membangun kesiapan institusi dalam menghadapi persaingan pendidikan tinggi di tingkat internasional.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 19 perguruan tinggi, yaitu Institut Teknologi PLN, ITSB, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Universitas Agung Podomoro, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Universitas Borobudur, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Universitas Darma Persada, Universitas Garut, Universitas Indraprasta PGRI, Universitas Islam Nusantara, Universitas Kuningan, Universitas Nusa Mandiri, Universitas Pembangunan Jaya, Universitas Pertamina, Universitas Pradita, Universitas Sangga Buana YPKP, Universitas Swadaya Gunung Jati, dan Universitas Teknologi Bandung.
Dalam sesi Building Institutional Readiness for QS Rankings, peserta diajak memahami bahwa kesiapan menuju pemeringkatan global tidak hanya berkaitan dengan pencapaian peringkat, tetapi juga penguatan tata kelola, reputasi akademik, riset, publikasi, sitasi, jejaring internasional, serta pengelolaan data institusi. Kolaborasi antarperguruan tinggi swasta juga menjadi salah satu strategi penting melalui joint publication, riset bersama, konferensi internasional, dan pengembangan konsorsium untuk mempercepat peningkatan kapasitas institusi.

Sementara itu, sesi QS Institution Setup, Consultation and Strategic Networking membahas langkah teknis bagi perguruan tinggi yang ingin mulai berpartisipasi dalam QS Rankings, mulai dari pemenuhan kriteria kelayakan, pengelolaan profil institusi di QS HUB, pengisian Scopus ID dan QS Subject List, hingga pengelolaan jejaring responden untuk survei Academic Reputation dan Employer Reputation.
Melalui workshop ini, perguruan tinggi diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses partisipasi QS Rankings serta mampu menyusun langkah strategis dan sistematis untuk meningkatkan daya saing global. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi awal penguatan jejaring dan kolaborasi antarperguruan tinggi dalam membangun kapasitas institusi, reputasi akademik, serta visibilitas perguruan tinggi Indonesia di tingkat internasional.